Feeds:
Tulisan
Komentar

<a href="

Bab 04 berorientasi pada tindakan.pdf by Prince Muda

” title=”Materi Kewirausahaan IV”>Materi Kewirausahaan IV

<a href="

Bab 03 berpikir kreatif.pdf by Prince Muda

” title=”Materi Kewirausahaan III”>Materi Kewirausahaan III

<a href="

Bab 02 berpikir perubahan.pdf by Prince Muda

” title=”Materi Kewirausahaan II”>Materi Kewirausahaan II

<a href="

Bab 01 menjadi wirausaha.pdf by Prince Muda

” title=”Materi Kewirausahaan Pertemuan I”>Materi Kewirausahaan Pertemuan I

Kumpulan Materi Perkuliahan

Berikut ini adalah bebrapa hal yang saya sadur dari buku Debdy Corbuzier(dengan perubahan seperlunya) yang menurutku sangat bermanfaat untuk melengkapi cara berkomunikasi anda dengan orang lain agar tidak  mudah tertipu tertipu. Ilmu ini oleh Deddy sendiri menyebutnya sebagai Body Pereption. Jika pada postingan sebelumnya kita masih bermain-main pada wilaya fikiran dan bagaimana memanipulasinya, sekarang kita akan bermain pada wilayah yang lebih mudah kita deteksi secara visual. Chek it out dude!

Banyak orang mengatakan bahwa mata tidak dapat berbohong. Benarkah pernyataan ini? Menurut saya, itu sangat benar. Dan, bahkan ada cara untuk mengetahui kapan seseorang jujur atau berbohong hanya lewat arah pandangan matanya saja. Namun, sebelumnya saya akan membahas sedikit tentang persepsi manusia yang akan sangat berkaitan dengan hal tersebut.

Pada dasarnya daya ingat manusia dibagi menjadi tiga sudut pandang utama, yaitu:

  1. Penglihatan/visual. Daya ingat jenis ini secara khusus mengingat atau merekam hal-hal yang sifatnya mengarah pada daya tarik mata saja, seperti warna, keadaan, tempat, suasana, dan sebagainya. Misalnya, ketika Anda mengingat bagaimana bentuk kue ulang tahun Anda pada saat Anda berusia 17 tahun. Hal ini termasuk dalam sudut pandang penglihatan.

  2. Pendengaran. Daya ingat jenis ini secara khusus merekam hal-hal yang pernah didengar. Misalnya, nomor telepon atau alamat yang pernah ia terima. Hal ini kita sebut sebagai sudut pandang pendengaran.

  3. Peraba/Perasa. Daya ingat jenis ini secara khusus merekam hal-hal yang berhubungan dengan indra peraba, seperti rasa atau perasaan. Contoh, Anda ingat betapa dinginnya dulu ketika Anda berlibur ke luar negeri saat musim salju. Atau, bagaimana rasanya ketika Anda dulu menikmati makanan yang rasanya begitu asam.

Ketiga hal tersebut direkam di dalam otak manusia pada lokasi yang berbeda-beda. Namun demikian, perlu juga diketahui bahwa alam pikiran imajinasi manusia pun terbagi menjadi tiga sudut pandang yang sama persis seperti di atas. Yang saya maksud adalah begini: Bila Anda sedang membayangkan sesuatu di dalam pikiran Anda, secara tidak langsung Anda akan memikirkan salah satu atau beberapa gabungan dari ketiga sudut pandang di atas. Misalnya, ketika Anda memikirkan bagaimana rupa mobil Anda bila dicat dengan warna kuning emas. Itu adalah sudut pandang penglihatan. Atau, bagaimana rasanya memakan es batu dengan campuran minuman beralkohol. Ini adalah sudut pandang perasa. Uniknya, gerak mata kita secara bawah sadar pun dibagi ke dalam tiga sudut pandang ingatan dan tiga sudut pandang imajinasi.

Kalau Anda tidak percaya, coba kita ikuti sedikit permainan berikut:

Saya ingin Anda sekarang mengingat bagaimana bentuk dan warna baju seragam Anda ketika masih duduk di bangku TK. Sudah? Sekarang, cobalah mengingat-ingat apa warna kotak pensil Anda sewaktu duduk di bangku SD dulu? Sudah? Kalau diperhatikan, Anda akan sadar bahwa ketika Anda sedang mengingat-ingat, 90% mata Anda akan mengarah ke kiri atas. Itu karena memang di sana lah tempat korteks sudut pandang visual ingatan Anda. Dengan demikian, secara bawah sadar Anda melihat ke arah tersebut. Mengapa demikian? Itu adalah fakta psikologis dan biologis dari cara kerja otak manusia yang mengirimkan sinyal pada mata untuk melakukan kerja terbaiknya. Namun, kita tidak akan membahas hal itu lebih jauh di sini. Seperti yang telah disebutkan, ingatan manusia mempunyai tiga sudut pandang yang berbeda. Ketiga sudut pandang tersebut, baik penglihatan, pendengaran maupun peraba/perasa memiliki korteks-korteks yang berbeda pada otak manusia. Dan, hal tersebut memengaruhi arah pandang mata pada manusia. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Penglihatan   : Arah pandang mata ke kiri atas

  2. Pendengaran  : Arah pandang mata ke kiri tengah

  3. Peraba/Perasa: Arah pandang mata ke kanan bawah.

Itu berarti, bila Anda sedang mencoba mengingat-ingat sesuatu, arah pandang mata Anda akan bergantung pada hal yang Anda pikirkan. Apakah itu lebih menyangkut visual, pendengaran, atau peraba/perasa.

Cobalah sekali lagi pada diri sendiri atau orang lain. Tanyakan hal-hal yang mengajaknya mengingat hal-hal yang bersifat penglihatan seperti contoh di atas. Contohnya, warna baju, warna kue ulang tahun, bagaimana bentuk rumahnya dulu, atau apa bentuk kotak pensil yang pernah ia gunakan sewaktu duduk di bangku SD. Maka, 90% arah matanya akan menghadap ke kiri atas. Kemudian, cobalah mengajukan pertanyaan yang membuat seseorang mengingat hal-hal yang berhubungan dengan masalah pendengaran, seperti “Masih ingatkah kamu sewaktu ibu guru di SMP dulu marah? Apa yang dikatakannya?” atau “Masih ingatkah bagaimana syair lagu favoritmu?” Bila Anda perhatikan, kini matanya akan mengarah ke kiri tengah, yakni korteks pendengaran. Dan yang terakhir, cobalah mengajukan pertanyaan yang mengajak lawan bicara Anda mengingat hal-hal yang berhubungan dengan indra peraba/perasa, seperti rasa makanan, rasa minuman, atau juga suasana di suatu tempat yang dulu pernah ia tinggali, dan sebagainya. Perhatikan,kini matanya akan mengarah ke kanan bawah.

Jangan bertanya alasannya. Yang jelas, hal ini sungguh terjadi seperti yang saya katakan. Dan, bukan hanya itu saja, hal sebaliknya juga terjadi. Bila Anda ingin mengingat hal-hal yang bersifat penglihatan, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengarahkan mata ke korteks penglihatan, yaitu kiri atas. Dan, demikianlah selanjutnya, tergantung pada ingatan apa yang hendak Anda munculkan. Mungkin, ini lah sebabnya terkadang seseorang kesulitan mengingat suatu hal karena ia mengarahkan matanya pada korteks yang salah. Jika hal ini terjadi, otak tidak akan membantunya menemukan jawaban yang tepat. Katakanlah, seseorang ingin mengingat kembali nomor telepon seorang teman yang baru saja disebutkan. Secara tidak sadar, ia justru mengarahkan matanya ke kanan bawah. Akibatnya, nomor telepon itu sulit diingat kembali. Hal sebaliknya juga berlaku, yakni bila seseorang ingin mengingat suatu hal yang berhubungan dengan penglihatan. Maka, akan lebih mudah baginya bila ia mengarahkan mata ke kiri atas. Kelambatan dalam proses mengingat akan terjadi bila ia salah mengarahkan matanya. Oleh karena itu, gunakan arah pandang mata Anda dengan tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal tatkala ingin mengingat sesuatu.

Lalu, pertanyaannya adalah: Mengapa kita harus membahas hal ini? Karena, ternyata ada hal yang sangat menarik di balik semua ini. Hal itu adalah fakta di mana imajinasi juga dibagi menjadi tiga sudut pandang yang sama, namun dengan kerja otak yang berbeda! Imajinasi

  1. Penglihatan Ini merupakan wilayah di mana Anda dapat membayangkan sesuatu yang berhubungan dengan penglihatan. Misalnya, membayangkan bagaimana rupa Anda bila Anda berkepala botak dan berkumis. Atau, membayangkan bagaimana rupa seekor bebek yang mempunyai empat kaki. Itu adalah imajinasi visual (berkaitan dengan korteks penglihatan kanan atas).

  2. Pendengaran Ini adalah wilayah imajinasi yang berkaitan dengan media pendengaran (dengan korteks penglihatan kanan tengah). Misalnya, membayangkan suara gajah yang sedang marah atau bagaimana merdunya suara penyanyi favorit Anda.

  3. Peraba/Perasa Ini adalah wilayah imajinasi yang berkaitan dengan indra peraba/perasa (dengan korteks kiri bawah). Misalnya, membayangkan bagaimana rasanya bermain hujan atau rasanya menikmati rujak yang sangat pedas, dan sebagainya.

Dengan kata lain, apabila manusia sedang memikirkan sesuatu dan ia harus berimajinasi maka matanya akan mengarah ke korteks yang berkaitan dengan jenis memori tersebut! Dengan demikian, kita dapat mengetahui kapan seseorang sedang berusaha mengingat-ingat atau kapan ia sedang berimajinasi! Dan, kita dapat membedakannya lewat arah pandangan mereka. Lalu, apa gunanya? Gunanya, kita dapat mengetahui kapan seseorang berkata jujur dan kapan seseorang berkata bohong karena pada saat berkata jujur ia akan menggunakan korteks ingatannya, bukan korteks imajinasi! Katakanlah, Anda bertanya pada seseorang tentang apa yang tadi ia kerjakan? Seharusnya ia berkata sambil mengarahkan matanya sedikit ke kiri atas atau ke kanan bawah (penglihatan/peraba); bukan ke arah yang lain. Akan tetapi, katakanlah ia mengarahkan mata ke kanan atas, itu berarti ia sedang berusaha berimajinasi atau mengarang cerita. Orang itu sedang berbohong kepada Anda!

Untuk mendapatkan contoh kasus lain, cobalah mengajukan pertanyaan “Bagaimana cita rasa makanan yang tadi Anda coba?” Bila lawan bicara Anda jujur, matanya akan mengarah ke kanan bawah (peraba), sedangkan bila ia berbohong, matanya akan mengarah ke kiri bawah. Selain itu, Anda bisa mencoba bertanya, “Apa yang tadi dikatakan rekan kerja Anda di telepon?” Apabila lawan bicara Anda jujur, matanya akan mengarah ke kiri tengah, bukan ke kanan tengah! Itu karena, ia harus mengingat dan bukan berimajinasi atau mengarang-ngarang.

Jelaslah bahwa hal ini tidaklah secara langsung dapat dikatakan merupakan ilmu pasti atau sains. Akan tetapi, secara kenyataan fenomena ini sungguh terjadi pada cara otak manusia bekerja. Dan, dengan mengetahui cara kerja otak ini, Anda akan dengan jelas dapat mengetahui karakter lawan bicara Anda. Mata tidak dapat berbohong!

 

Contoh :

CATATAN

ATAS

KUA PPAS  KABUPATEN DOMPU TAHUN ANGGARAN 2013

 

  1. I.            Pengantar

Sesuai dengan mekanisme perencanaan pembangunan dan perencanaan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Dompu harus merumuskan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan PPAS. Posisi Kebijakan Umum APBD Tahun 2013 merupakan basis legislasi APBD 2013 dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan perundang-undangan, khususnya Permendagri 37 tahun 2012 tentang pedoman penyusunan APBD 2013.

Kebijakan Umum  APBD 2013 juga menjadi kerangka menjaga keserasian kebijakan pusat dan daerah, khususnya upaya menjaga kebijakan desentralisasi anggaran (fiscal decentralization) agar tetap dalam kerangka prinsip dan tujuan yang otonomi daerah. Kebijakan di bidang keuangan daerah meliputi tiga aspek penting yaitu: kebijakan  Pendapatan daerah  (revenue policy), kebijakan  pembelanjaan keuangan daerah (Expenditure policy) dan kebijakan pembiayaan daerah.

Ketiga  hal tersebut mempunyai nilai yang sangat penting karena masing-masing harus dapat bersinergi. Idealnya expenditure policy adalah merupakan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat disamping diharapkan dalam jangka waktu tertentu mampu berdampak pada meningkatkan penerimaan daerah. Sedangkan revenue policy seharusnya dapat mendukung berbagai kebijakan belanja daerah akan tetapi peningkatannya tidak menambah beban kepada masyarakat, khususnya kelompok masyarakat miskin.

  1. II.         Permasalahan Dokumen

Di dalam penyusunan Kebijakan Umum  APBD (KUA) 2013, tidak terdapat informasi penyajian data terkait asumsi-asumsi kebijakan makro dan mikro pembangunan. KUA  APBD disusun tanpa identifikasi masalah-masalah mendasar dan aktual dalam masyarakat. Akibatnya, antara kebutuhan masyarakat daerah dan arah kebijakan anggaran sering tidak konsisten. Akibatnya Kebijakan Umum Anggaran APBD (KUA) dan PPAS hanya sekedar memenuhi syarat administratif (azas normatif) saja.

Dok KUA merupakan dokumen anggaran yang merumuskan sasaran dan kebijakan daerah dalam 1 (satu) tahun anggaran yang menjadi petunjuk dan ketentuan umum yang akan disepakati sebagai pedoman penyusunan RAPBD.

KUA selaku dokumen perencanaan seharusnya mampu memberi informasi yang jelas bagi semua stakeholders daerah terkait arah kebijakan dan prioritas pembangunan, terkait :

1)   Sumberdaya (potensi) yang dimiliki dan kendala yang akan dihadapi pemerintah kabupaten untuk melaksanakan kebijakan dan prioritas pembangunan  .

2)   Informasi yang jelas bagi semua stakeholders daerah terkait strategi yang ditempuh di dalam mendayagunakan sumberdaya dan memecahkan kendala yang ada.

3)   Informasi yang jelas bagi semua stakeholders daerah tentang program-program prioritas, serta hasil yang akan diperoleh diwaktu-waktu yang akan datang.

Di dalam KUA APBD Kabupaten Dompu T.a 2013, beberapa permasalahan akurasi dokumen antara lain:

  1. Target kinerja ekonomi 2013 sebagai dasar asumsi penyusunan APBD  tidak dijelaskan (pertumbuhan ekonomi dan inflasi), sementara beberapa komponen pokok dalam asumsi ekonomi seperti TPT, Angka Penyerapan Tenaga Kerja, Angka Kemiskinan tidak isampaikan.
  2. Terdapat beberapa data yang tidak konsisten; table dan urainnya terdapat perbedaan yang cukup signifikan dikarenakan akan menjadi refrensi dalam perhitungan maupun penentuan asumsi dan arah kebijakan pembangunan.
  3. Tidak ada upaya untuk mengupdate data – data yang digunakan dalam penyusunan KUA PPAS 2013. Hal ini mencerminkan tidak berfungsinya komunikasi antara TAPD dan BPS selaku penyedia data.
  1. III.       Gambaran umum KUA dan PPAS

Gambaran umum KUA dan PPAS Kabupaten Dompu tahun anggaran 2013 adalah sebagai berikut :

  1. 1.   Kebijakan Pendapatan dan Penerimaan Daerah

Komponen APBD Kabupaten dompu terdiri dari Pendapatan Aseli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, Pendapatan Lain- lain daerah yang sah dan Penerimaan Pembiayaan tahun sebelumnya. Total APBD Kabupaten Dompu tahun 2012 adalah sebesar Rp. 606.649.352.008,00 dan di prediksi mengalami kenaikan pada tahun 2013 sebesar 0,92 % yaitu Rp. 644.662.167.595 yang terdiri dari PAD sebesar Rp. 34.718.511.000,00. Dana Perimbangan Rp. 523.603.418.550 dan lain-Lain Pendapatan Daerah Yang sah sebesar Rp.57.125.456.518,80dserta penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 29.214.781.526,20.

Pendapatan daerah kab. Dompu masih di dominasi oleh dana perimbangan yakni 81,22 % dari total APBD. Dana perimbangan tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yakni Rp. 28.519.479.550,00. Sedangkan porsi Pendapatan Aseli Daerah (PAD) yang nota bene nya merupakan item yang diharapkan memberikan daya ungkit bagi Pendapatan Daerah hanya sebesar 5,6 %.

Beberapa hal yang perlu dicermati dari kondisi di atas adalah, perlunya peningkatan upaya yang lebih maksimal dalam menggali potensi Pendapatan Daerah. Misalnya Pendapatan Aseli Daerah (PAD). Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk potensi sumber daya alam tambang, apakah perlu dilakukan upaya eksplorasi dan esploitasi dan untuk pajak, apakah perlu dilakukan upaya pajak (tax effort) yang lebih intens ataukah perlu di lakukan kerjasama dengan pihak ke III (korporasi) dalam pengelolaan pajak daerah. Selain itu, perlu dilakukan katagorisasi potensi pendapatan guna mengetahui atau mengenali potensi  rill dari potensi pendapatan yang ada di wilayah kita ini. Apakah kab. Dompu termasuk katagori; memiliki potensi yang tinggi tetapi kemampuan pengelolaan yang rendah atau sebaliknya. 

  1. 2.   Kebijakan Belanja dan Pengeluaran Daerah

Belanja Daerah merupakan pengeluaran untuk kebutuhan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan kepentingan pelaksanaan pembangunan. Sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 (mengalami perubahaan beberapa kali dan terkahir mengalami perubahan menjadi Permendagri No 21 Tahun 2011) tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, klasifikasi Belanja menurut jenis belanja terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung.

Total belanja dalam APBD Kabupaten Dompu pada tahun 2012  adalah sebesar Rp.606.289.332.099,00 mengalami kenaikan sebesar Rp. 41.268.548.746,00 dari tahun 2013 yaitu sebesar Rp. 647.557.880.845,00.

Belanja tersebut teralokasikan kedalam belanja tidak langsung sebesar Rp. 383.329.377,796 atau 64,28%, belanja langsung sebesar Rp. 212.959.954.303 atau 35,72 % dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 4.000.000.000,00.

Berdasarkan hal tersebut beberapa hal yang perlu dicermati dari kondisi di atas adalah, komposisi Belanja Tidak Langsung (BTL) lebih besar di bandingkan Belanja Langsung (BL);

1)   URUSAN PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan salah satu urusan wajib pemerintah daerah, sesuai dengan amanat UU No 32 Tahun 2004 tentang Otoniomi Daerah. Bab II hal. 3 (Prioritas Pembangunan Daerah) dalam Kebijakan Umum APBD (KUA) Kab. Dompu menjelaskan tentang Misi Kabupaten dompu yakni Meningkatkan Pelayanan Pendidikan Gratis Yang Berkeadilan, Terjangkau Dan Berkualitas dengan Prioritas utama; Peningkatan pelayanan pendidikan masyarakat dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Komponen prioritas tersebut mengisyaratkan komitmen pemerintah daerah dalam upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kab. Dompu. Akan tetapi, perwujudan dari Misi maupun prioritas pembangunan tersebut tidak relevan dengan anggaran yang tersedia;

PROGRAM  : PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Kegiatan 1 : Dukungan insentif tenaga pendidik dan pengelola PAUD

Catatan :

Terselenggaranya proses belajar mengajar dalam aktivitas pendidikan tidak terlepas dari unsur pendidik (guru) selaku lokomotif penggerak ilmu pengetahuan (transfer knowladge), oleh karena itu seyogyanya mendapatkan perhatian baik dalam bentuk kesejehteraan material (rewards) maupun apresiasi atas pengbdian dan dedikasinya dalam peningkatan IPM suatu daerah.

Anggaran yang di alokasikan untuk dukungan insentif tenaga pendidik dan pengelola PAUD hanya sebesar Rp. 500jt  untuk 180 orang tenaga pendidik. Secara matematis, untuk 1 orang pendidik pertahunnya hanya memperoleh insentif sebesar Rp. 2.777.778,-  atau perbulannya Rp. 231. 481,-  (jauh di bawah UMR)

Kondisi tersebut mencerminkan ketidak pedulian daerah terhadap penigkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan tidak konsisten dengan kebijakan pembangunan serta prioritas pembangunan daerah. Untuk itu, di sarankan agar anggaran yang dialokasikan untuk dukungan insentif tenaga pendidik untuk dikaji kembali.

 

Kegiatan 2 : Penyelenggaraan Program Paket A dan B

Catatan      :

Pendidikan Luar Sekolah (PLS) merupakan salah satu alternatif bagi anak – anak usia sekolah yang belum menamatkan pendidikan tingkat formal, dan untuk mendapatkan legalitas atau penyetaraan ijazah setingkat SD, SMP dan SMA, sesuai dengan amanat UUD No  20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dalam (PPAS Lampiran 1), pagu indikatif untuk penyelenggaraan program paket A dan B dianggarkan sebesar Rp. 50jt. Hal yang perlu cermati adalah belum teralokasinya jumlah PKBM penyelenggara maupun jumlah peserta ujian yang akan mengikuti program paket A dan B tersebut. Hal tersebut akan jauh dari target 100% Angka Partisipasi Murni yang menjadi target pemerintah daerah (KUA Bab II, Hal 5).

 

PROGRAM  : PENINGKATAN MUTU PENDIDIK & TENAGA KEPENDIDIKAN

Kegiatan 1 : Pendidikan lanjutan bagi Pendidik untuk memenuhi  Standar Kualifikasi.

Catatan    :

Optimisme kebijakan dan program prioritas dalam rangka peningkatan pendidikan baik formal maupun non formal daerah tidak di dukung oleh pendanaan yang relevan. Pada kegiatan Pendidikan lanjutan bagi Pendidik untuk memenuhi Standar Kualifikasi, dianggarkan sebesar Rp. 750jt untuk meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik sebanyak 300 orang menjadi sarjana (S1) sesuai dengan UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Secara matematis, per orang hanya akan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 2.500.000,- dengan kondisi mahalnya biaya pendidikin pada perguruan tinggi, angka tersebut tidak akan signifikan dengan optimisme pemerintah daerah dengan target 85 % (KUA Bab II, Hal 5) dalam upaya peningkatan kualifikasi tenaga pendidik.

 

Kegiatan 2 : Pelatihan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Catatan     :

Untuk kegiatan Pelatihan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan dianggarkan sebesar Rp. 1 milyar. Dana terlalu besar, utk pelatihan dan pendidikan yang sifatnya even (tidak berkelanjutan), dana 1 M apabila di bagi dengaan jumlah peserta (500 OK; orang per kepala), sepertinya melebihi Standar Satuan Harga dan Analis Standar Biaya,  baik dalam peraturan daerah maupun peraturan menteri keuangan. Sebaiknya untuk kegiatan ini dikaji kembali agar tidak terjadi pemborosan anggaran.

 

PROGRAM : MANAJEMEN PELAYANAN PENDIDIKAN

Kegiatan 1 : Pelaksanaan Evaluasi Hasil Kinerja Bidang   Pendidikan

Catatan    :

Kegiatan Pelaksanaan Evaluasi Hasil Kinerja Bidang   Pendidikan dengan sasaran Terwujudnya Peningkatan Kinerja Pengawas Sekolah untuk peningkatan Mutu Pendidikan selama 1 tahun (PPAS, Lampiran 2).

Dana yang dialokasikan pada kegiatan tersebut terlalu besar dan tidak ada penjabaran jumlah pengawas sekolah yang akan memanfaatkan dana 500jt tsb. Dalam rangka aplikasi anggaran berbasis kinerja sesuai amanat Kepmendagri No. 29 Tahun 2002, agar dalam penjabaran kegiatan tersebut di lengkapi dengan input, output, outcome, benefit, impact agar tata laksana kegiatan yang akan diselenggarakan dapat di transfaransi dengan jelas.

 

Kegiatan 2 : Pembinaan Dewan Pendidikan

Catatan :

Dana pembinaan untuk Dewan Pendidikan Daerah (DPD) Dompu dianggarkan sebesar Rp. 100jt. DPD selaku pengawas pendidikan hanya mendapatkan porsi Rp. 8.333.333  perbulan, ini mencerminkan pemakzulan fungsi- fungsi dari DPD Dompu dengan anggaran yang sangat kecil dengan banyaknya jumlah sekolah yang menjadi tanggungjawab lembaga tersebut dalam melakukan fungsinya. Agar terselenggaranya pengawasan yang baik demi tercapainya harapan bersama dalam peningkatan kualitas maupun efektifitas pendidikan, maka diharapkan agar anggaran untuk DPD Dompu dapat dikaji kembali.

UNIT SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB)

Catatan :

Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dianggarkan sebesar Rp. 425.000.000,- per tahun atau sebesar Rp.                 35.416.667 perbulan. Anggaran untuk SKB perlu mendapatkan perhatian yang serius, mengingat fungsi dari lembaga ini cukup strategis dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

2)   URUSAN KESEHATAN

Kesehatan merupakan salah satu komponen dalam peningakatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu daerah. Sesuai dengan Arah kebijakan dan Prioritas pembangunan Kab Dompu (Bab II hal 4); yakni : Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Gratis Yang Berkeadilan, Terjangkau Dan Berkualitas dengan prioritas program Peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam KUA 2013, Bab II hal 5, optimisme pemerintah daerah dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, kasus gizi buruk dan rasio tenaga medis terhadap penduduk tidak tercermin dari porsi anggaran yang dialokasikan untuk mewujudkan target capaian tersebut. Hal ini bertentangan dengan Permenkes No. 741/Menkes/ Per/ VII/ 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

Program : PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT.

Kegiatan     : Penyuluhan Masy.Pola Hidup Sehat     

Catatan :

Upaya pemerintah daerah dalam pelaksanaan Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat dengan target sasaran tersedianya posyandu aktif, meningkatnya PHBS disemua kecamatan dan tersebarnya informasi kesehatan tidak realistis dengan anggaran yang treralokasi untuk mencapai sasaran tersebut. Alokasi anggaran yang disediakan masih sangata rendah yakni Rp. 50jt dibandingkan dengan program peningkatan dan perbaikan sarana dan prasaran yakni Rp. 4 Milyar. Hal ini menunjukkan kurangnya komitmen pemerintah daerah dalam upaya pencapaian sasaran peningkatan drajat kesehatan masyarakat.

Kegiatan : Peningkatan Pemanfaatan sarana kesehatan

Catatan :

Sasaran dalam kegiatan Peningkatan Pemanfaatan sarana kesehatan ini adalah Meningkatkan Keaktifan Kader (Pengerakan sasaran) dengan target 339 posyandu. Anggaran ynag tersedia untuk pencapaian target tersebut sebesar Rp. 100jt. Dari alokasi dana tersebut, dengan jumlah 339 posyandu yang menjadi target sasaran, maka untuk masing – masing posyandu hanya medapatkan alokasi dana Rp. 294.985,25. Angka tersebut tidak rasional  jika dikaitkan dengan pecapaian target yang diharapkan.

3)   URUSAN PEKERJAAN UMUM

Prioritas pembangunan Kabupaten Dompu untuk tahun 2013 juga difokuskan pada upaya MELAKUKAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAERAH DAN STRATEGIS dengan program prioritas utamanya; Pemantapan dan pembangunan infrastruktur strategis daerah, Peningkatan pelayanan air bersih, Penataan dan pengendalian ruang, Penataan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor internal dan eksternal yang ada, serta kemampuan penganggaran daerah maka pemerintah daerah menetapkan target capaian pembangunan tahun 2013 untuk urusan Pekerjaan umum, perumahan dan penataan ruang.

Pada dokumen PPAS, Lampiran 4 dengan Program Cipta Karya, terdapat beberapa kegiatan diantaranya;

  1. Dukungan Kegiatan PPIP  (Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan) Tahun 2013 dengan sasaran Pengadaan Infrastruktur Dasar Di Pedesaan.
  2. Pembangunan Jaringan Air Bersih Desa Daha Kec. Hu’u, Desa Pekat Kec. Pekat, Desa Adu Kec. Hu’u dengan sasaran Peningkatan Sarana Air Bersih jaringan perpipaan.

Alokasi dana yang dianggarkan dari APBD kab Dompu untuk masing- masing kegiatan tersebut (poin a dan b) berjumlah Rp. 120jt, Rp. 350jt, Rp.250jt  dan Rp. 300jt.

Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dari alokasi tersbut adalah, kaitannya dengan substansi dari adanya kegiatan itu sendiri. Peningkatan infrastruktur pedesaan merupakan hal yang sangat vital untuk dilaksanakan, mengingat sebagian besar penggerak perekonomian suatu wiayah bersumber dari pedesaan; pertanian, perdagangan, kerjinan dst.

Oleh karenanya, diharapkan untuk anggaran maupun kuantitas (penambahan desa yang lain) dalam program/ kegiatan pembangunan infrastruktur pedesaan dapat ditingkatkan dan mendapat perioritas sesuai dengan Arah Kebijakan APBD (KUA) Kab. Dompu tahun 2013.

Soal UTS Kuliah Semester Pendek (KSP) :

  1. Apakah definisi manajemen menurut Mary Farker Follet dan Jame S. Stoner ?
  2. Sebutkan dan jelaskan fungsi – fungsi Manajemen?
  3. Sebutkan beberapa aliran dalam sejarah perkembangan manajemen ?
  4. Sebutkan Tingkatan – tingkatan yang ada dalam manjemen? Jelaskan masing- masing fungsi tingkatan tersebut serta ?
  5. Jelaskan Kerangka Tugas dan Tanggung Jawab Manajemen ?

Instruksional :

  1. Pilihlah 3 dari 5 pertanyaan di atas
  2. Tulis nama lengkap, NIM dan Jurusan masing – masing
  3. Jawaban di kirim ke alamat email yang telah di informasikan di kelas
  4. Ketik menggunakan huruf “Arial” fron 12 dan menggunakan 1,5 Spasi.
  5. Jawaban di kirim paling lambat hari senin, 13 Agustus 2012.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.831 pengikut lainnya.