Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Contoh :

CATATAN

ATAS

KUA PPAS  KABUPATEN DOMPU TAHUN ANGGARAN 2013

 

  1. I.            Pengantar

Sesuai dengan mekanisme perencanaan pembangunan dan perencanaan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Dompu harus merumuskan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan PPAS. Posisi Kebijakan Umum APBD Tahun 2013 merupakan basis legislasi APBD 2013 dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan perundang-undangan, khususnya Permendagri 37 tahun 2012 tentang pedoman penyusunan APBD 2013.

Kebijakan Umum  APBD 2013 juga menjadi kerangka menjaga keserasian kebijakan pusat dan daerah, khususnya upaya menjaga kebijakan desentralisasi anggaran (fiscal decentralization) agar tetap dalam kerangka prinsip dan tujuan yang otonomi daerah. Kebijakan di bidang keuangan daerah meliputi tiga aspek penting yaitu: kebijakan  Pendapatan daerah  (revenue policy), kebijakan  pembelanjaan keuangan daerah (Expenditure policy) dan kebijakan pembiayaan daerah.

Ketiga  hal tersebut mempunyai nilai yang sangat penting karena masing-masing harus dapat bersinergi. Idealnya expenditure policy adalah merupakan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat disamping diharapkan dalam jangka waktu tertentu mampu berdampak pada meningkatkan penerimaan daerah. Sedangkan revenue policy seharusnya dapat mendukung berbagai kebijakan belanja daerah akan tetapi peningkatannya tidak menambah beban kepada masyarakat, khususnya kelompok masyarakat miskin.

  1. II.         Permasalahan Dokumen

Di dalam penyusunan Kebijakan Umum  APBD (KUA) 2013, tidak terdapat informasi penyajian data terkait asumsi-asumsi kebijakan makro dan mikro pembangunan. KUA  APBD disusun tanpa identifikasi masalah-masalah mendasar dan aktual dalam masyarakat. Akibatnya, antara kebutuhan masyarakat daerah dan arah kebijakan anggaran sering tidak konsisten. Akibatnya Kebijakan Umum Anggaran APBD (KUA) dan PPAS hanya sekedar memenuhi syarat administratif (azas normatif) saja.

Dok KUA merupakan dokumen anggaran yang merumuskan sasaran dan kebijakan daerah dalam 1 (satu) tahun anggaran yang menjadi petunjuk dan ketentuan umum yang akan disepakati sebagai pedoman penyusunan RAPBD.

KUA selaku dokumen perencanaan seharusnya mampu memberi informasi yang jelas bagi semua stakeholders daerah terkait arah kebijakan dan prioritas pembangunan, terkait :

1)   Sumberdaya (potensi) yang dimiliki dan kendala yang akan dihadapi pemerintah kabupaten untuk melaksanakan kebijakan dan prioritas pembangunan  .

2)   Informasi yang jelas bagi semua stakeholders daerah terkait strategi yang ditempuh di dalam mendayagunakan sumberdaya dan memecahkan kendala yang ada.

3)   Informasi yang jelas bagi semua stakeholders daerah tentang program-program prioritas, serta hasil yang akan diperoleh diwaktu-waktu yang akan datang.

Di dalam KUA APBD Kabupaten Dompu T.a 2013, beberapa permasalahan akurasi dokumen antara lain:

  1. Target kinerja ekonomi 2013 sebagai dasar asumsi penyusunan APBD  tidak dijelaskan (pertumbuhan ekonomi dan inflasi), sementara beberapa komponen pokok dalam asumsi ekonomi seperti TPT, Angka Penyerapan Tenaga Kerja, Angka Kemiskinan tidak isampaikan.
  2. Terdapat beberapa data yang tidak konsisten; table dan urainnya terdapat perbedaan yang cukup signifikan dikarenakan akan menjadi refrensi dalam perhitungan maupun penentuan asumsi dan arah kebijakan pembangunan.
  3. Tidak ada upaya untuk mengupdate data – data yang digunakan dalam penyusunan KUA PPAS 2013. Hal ini mencerminkan tidak berfungsinya komunikasi antara TAPD dan BPS selaku penyedia data.
  1. III.       Gambaran umum KUA dan PPAS

Gambaran umum KUA dan PPAS Kabupaten Dompu tahun anggaran 2013 adalah sebagai berikut :

  1. 1.   Kebijakan Pendapatan dan Penerimaan Daerah

Komponen APBD Kabupaten dompu terdiri dari Pendapatan Aseli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, Pendapatan Lain- lain daerah yang sah dan Penerimaan Pembiayaan tahun sebelumnya. Total APBD Kabupaten Dompu tahun 2012 adalah sebesar Rp. 606.649.352.008,00 dan di prediksi mengalami kenaikan pada tahun 2013 sebesar 0,92 % yaitu Rp. 644.662.167.595 yang terdiri dari PAD sebesar Rp. 34.718.511.000,00. Dana Perimbangan Rp. 523.603.418.550 dan lain-Lain Pendapatan Daerah Yang sah sebesar Rp.57.125.456.518,80dserta penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 29.214.781.526,20.

Pendapatan daerah kab. Dompu masih di dominasi oleh dana perimbangan yakni 81,22 % dari total APBD. Dana perimbangan tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yakni Rp. 28.519.479.550,00. Sedangkan porsi Pendapatan Aseli Daerah (PAD) yang nota bene nya merupakan item yang diharapkan memberikan daya ungkit bagi Pendapatan Daerah hanya sebesar 5,6 %.

Beberapa hal yang perlu dicermati dari kondisi di atas adalah, perlunya peningkatan upaya yang lebih maksimal dalam menggali potensi Pendapatan Daerah. Misalnya Pendapatan Aseli Daerah (PAD). Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk potensi sumber daya alam tambang, apakah perlu dilakukan upaya eksplorasi dan esploitasi dan untuk pajak, apakah perlu dilakukan upaya pajak (tax effort) yang lebih intens ataukah perlu di lakukan kerjasama dengan pihak ke III (korporasi) dalam pengelolaan pajak daerah. Selain itu, perlu dilakukan katagorisasi potensi pendapatan guna mengetahui atau mengenali potensi  rill dari potensi pendapatan yang ada di wilayah kita ini. Apakah kab. Dompu termasuk katagori; memiliki potensi yang tinggi tetapi kemampuan pengelolaan yang rendah atau sebaliknya. 

  1. 2.   Kebijakan Belanja dan Pengeluaran Daerah

Belanja Daerah merupakan pengeluaran untuk kebutuhan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan kepentingan pelaksanaan pembangunan. Sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 (mengalami perubahaan beberapa kali dan terkahir mengalami perubahan menjadi Permendagri No 21 Tahun 2011) tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, klasifikasi Belanja menurut jenis belanja terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung.

Total belanja dalam APBD Kabupaten Dompu pada tahun 2012  adalah sebesar Rp.606.289.332.099,00 mengalami kenaikan sebesar Rp. 41.268.548.746,00 dari tahun 2013 yaitu sebesar Rp. 647.557.880.845,00.

Belanja tersebut teralokasikan kedalam belanja tidak langsung sebesar Rp. 383.329.377,796 atau 64,28%, belanja langsung sebesar Rp. 212.959.954.303 atau 35,72 % dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 4.000.000.000,00.

Berdasarkan hal tersebut beberapa hal yang perlu dicermati dari kondisi di atas adalah, komposisi Belanja Tidak Langsung (BTL) lebih besar di bandingkan Belanja Langsung (BL);

1)   URUSAN PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan salah satu urusan wajib pemerintah daerah, sesuai dengan amanat UU No 32 Tahun 2004 tentang Otoniomi Daerah. Bab II hal. 3 (Prioritas Pembangunan Daerah) dalam Kebijakan Umum APBD (KUA) Kab. Dompu menjelaskan tentang Misi Kabupaten dompu yakni Meningkatkan Pelayanan Pendidikan Gratis Yang Berkeadilan, Terjangkau Dan Berkualitas dengan Prioritas utama; Peningkatan pelayanan pendidikan masyarakat dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Komponen prioritas tersebut mengisyaratkan komitmen pemerintah daerah dalam upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kab. Dompu. Akan tetapi, perwujudan dari Misi maupun prioritas pembangunan tersebut tidak relevan dengan anggaran yang tersedia;

PROGRAM  : PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Kegiatan 1 : Dukungan insentif tenaga pendidik dan pengelola PAUD

Catatan :

Terselenggaranya proses belajar mengajar dalam aktivitas pendidikan tidak terlepas dari unsur pendidik (guru) selaku lokomotif penggerak ilmu pengetahuan (transfer knowladge), oleh karena itu seyogyanya mendapatkan perhatian baik dalam bentuk kesejehteraan material (rewards) maupun apresiasi atas pengbdian dan dedikasinya dalam peningkatan IPM suatu daerah.

Anggaran yang di alokasikan untuk dukungan insentif tenaga pendidik dan pengelola PAUD hanya sebesar Rp. 500jt  untuk 180 orang tenaga pendidik. Secara matematis, untuk 1 orang pendidik pertahunnya hanya memperoleh insentif sebesar Rp. 2.777.778,-  atau perbulannya Rp. 231. 481,-  (jauh di bawah UMR)

Kondisi tersebut mencerminkan ketidak pedulian daerah terhadap penigkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan tidak konsisten dengan kebijakan pembangunan serta prioritas pembangunan daerah. Untuk itu, di sarankan agar anggaran yang dialokasikan untuk dukungan insentif tenaga pendidik untuk dikaji kembali.

 

Kegiatan 2 : Penyelenggaraan Program Paket A dan B

Catatan      :

Pendidikan Luar Sekolah (PLS) merupakan salah satu alternatif bagi anak – anak usia sekolah yang belum menamatkan pendidikan tingkat formal, dan untuk mendapatkan legalitas atau penyetaraan ijazah setingkat SD, SMP dan SMA, sesuai dengan amanat UUD No  20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dalam (PPAS Lampiran 1), pagu indikatif untuk penyelenggaraan program paket A dan B dianggarkan sebesar Rp. 50jt. Hal yang perlu cermati adalah belum teralokasinya jumlah PKBM penyelenggara maupun jumlah peserta ujian yang akan mengikuti program paket A dan B tersebut. Hal tersebut akan jauh dari target 100% Angka Partisipasi Murni yang menjadi target pemerintah daerah (KUA Bab II, Hal 5).

 

PROGRAM  : PENINGKATAN MUTU PENDIDIK & TENAGA KEPENDIDIKAN

Kegiatan 1 : Pendidikan lanjutan bagi Pendidik untuk memenuhi  Standar Kualifikasi.

Catatan    :

Optimisme kebijakan dan program prioritas dalam rangka peningkatan pendidikan baik formal maupun non formal daerah tidak di dukung oleh pendanaan yang relevan. Pada kegiatan Pendidikan lanjutan bagi Pendidik untuk memenuhi Standar Kualifikasi, dianggarkan sebesar Rp. 750jt untuk meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik sebanyak 300 orang menjadi sarjana (S1) sesuai dengan UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Secara matematis, per orang hanya akan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 2.500.000,- dengan kondisi mahalnya biaya pendidikin pada perguruan tinggi, angka tersebut tidak akan signifikan dengan optimisme pemerintah daerah dengan target 85 % (KUA Bab II, Hal 5) dalam upaya peningkatan kualifikasi tenaga pendidik.

 

Kegiatan 2 : Pelatihan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Catatan     :

Untuk kegiatan Pelatihan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan dianggarkan sebesar Rp. 1 milyar. Dana terlalu besar, utk pelatihan dan pendidikan yang sifatnya even (tidak berkelanjutan), dana 1 M apabila di bagi dengaan jumlah peserta (500 OK; orang per kepala), sepertinya melebihi Standar Satuan Harga dan Analis Standar Biaya,  baik dalam peraturan daerah maupun peraturan menteri keuangan. Sebaiknya untuk kegiatan ini dikaji kembali agar tidak terjadi pemborosan anggaran.

 

PROGRAM : MANAJEMEN PELAYANAN PENDIDIKAN

Kegiatan 1 : Pelaksanaan Evaluasi Hasil Kinerja Bidang   Pendidikan

Catatan    :

Kegiatan Pelaksanaan Evaluasi Hasil Kinerja Bidang   Pendidikan dengan sasaran Terwujudnya Peningkatan Kinerja Pengawas Sekolah untuk peningkatan Mutu Pendidikan selama 1 tahun (PPAS, Lampiran 2).

Dana yang dialokasikan pada kegiatan tersebut terlalu besar dan tidak ada penjabaran jumlah pengawas sekolah yang akan memanfaatkan dana 500jt tsb. Dalam rangka aplikasi anggaran berbasis kinerja sesuai amanat Kepmendagri No. 29 Tahun 2002, agar dalam penjabaran kegiatan tersebut di lengkapi dengan input, output, outcome, benefit, impact agar tata laksana kegiatan yang akan diselenggarakan dapat di transfaransi dengan jelas.

 

Kegiatan 2 : Pembinaan Dewan Pendidikan

Catatan :

Dana pembinaan untuk Dewan Pendidikan Daerah (DPD) Dompu dianggarkan sebesar Rp. 100jt. DPD selaku pengawas pendidikan hanya mendapatkan porsi Rp. 8.333.333  perbulan, ini mencerminkan pemakzulan fungsi- fungsi dari DPD Dompu dengan anggaran yang sangat kecil dengan banyaknya jumlah sekolah yang menjadi tanggungjawab lembaga tersebut dalam melakukan fungsinya. Agar terselenggaranya pengawasan yang baik demi tercapainya harapan bersama dalam peningkatan kualitas maupun efektifitas pendidikan, maka diharapkan agar anggaran untuk DPD Dompu dapat dikaji kembali.

UNIT SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB)

Catatan :

Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dianggarkan sebesar Rp. 425.000.000,- per tahun atau sebesar Rp.                 35.416.667 perbulan. Anggaran untuk SKB perlu mendapatkan perhatian yang serius, mengingat fungsi dari lembaga ini cukup strategis dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

2)   URUSAN KESEHATAN

Kesehatan merupakan salah satu komponen dalam peningakatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu daerah. Sesuai dengan Arah kebijakan dan Prioritas pembangunan Kab Dompu (Bab II hal 4); yakni : Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Gratis Yang Berkeadilan, Terjangkau Dan Berkualitas dengan prioritas program Peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam KUA 2013, Bab II hal 5, optimisme pemerintah daerah dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, kasus gizi buruk dan rasio tenaga medis terhadap penduduk tidak tercermin dari porsi anggaran yang dialokasikan untuk mewujudkan target capaian tersebut. Hal ini bertentangan dengan Permenkes No. 741/Menkes/ Per/ VII/ 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

Program : PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT.

Kegiatan     : Penyuluhan Masy.Pola Hidup Sehat     

Catatan :

Upaya pemerintah daerah dalam pelaksanaan Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat dengan target sasaran tersedianya posyandu aktif, meningkatnya PHBS disemua kecamatan dan tersebarnya informasi kesehatan tidak realistis dengan anggaran yang treralokasi untuk mencapai sasaran tersebut. Alokasi anggaran yang disediakan masih sangata rendah yakni Rp. 50jt dibandingkan dengan program peningkatan dan perbaikan sarana dan prasaran yakni Rp. 4 Milyar. Hal ini menunjukkan kurangnya komitmen pemerintah daerah dalam upaya pencapaian sasaran peningkatan drajat kesehatan masyarakat.

Kegiatan : Peningkatan Pemanfaatan sarana kesehatan

Catatan :

Sasaran dalam kegiatan Peningkatan Pemanfaatan sarana kesehatan ini adalah Meningkatkan Keaktifan Kader (Pengerakan sasaran) dengan target 339 posyandu. Anggaran ynag tersedia untuk pencapaian target tersebut sebesar Rp. 100jt. Dari alokasi dana tersebut, dengan jumlah 339 posyandu yang menjadi target sasaran, maka untuk masing – masing posyandu hanya medapatkan alokasi dana Rp. 294.985,25. Angka tersebut tidak rasional  jika dikaitkan dengan pecapaian target yang diharapkan.

3)   URUSAN PEKERJAAN UMUM

Prioritas pembangunan Kabupaten Dompu untuk tahun 2013 juga difokuskan pada upaya MELAKUKAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAERAH DAN STRATEGIS dengan program prioritas utamanya; Pemantapan dan pembangunan infrastruktur strategis daerah, Peningkatan pelayanan air bersih, Penataan dan pengendalian ruang, Penataan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor internal dan eksternal yang ada, serta kemampuan penganggaran daerah maka pemerintah daerah menetapkan target capaian pembangunan tahun 2013 untuk urusan Pekerjaan umum, perumahan dan penataan ruang.

Pada dokumen PPAS, Lampiran 4 dengan Program Cipta Karya, terdapat beberapa kegiatan diantaranya;

  1. Dukungan Kegiatan PPIP  (Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan) Tahun 2013 dengan sasaran Pengadaan Infrastruktur Dasar Di Pedesaan.
  2. Pembangunan Jaringan Air Bersih Desa Daha Kec. Hu’u, Desa Pekat Kec. Pekat, Desa Adu Kec. Hu’u dengan sasaran Peningkatan Sarana Air Bersih jaringan perpipaan.

Alokasi dana yang dianggarkan dari APBD kab Dompu untuk masing- masing kegiatan tersebut (poin a dan b) berjumlah Rp. 120jt, Rp. 350jt, Rp.250jt  dan Rp. 300jt.

Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dari alokasi tersbut adalah, kaitannya dengan substansi dari adanya kegiatan itu sendiri. Peningkatan infrastruktur pedesaan merupakan hal yang sangat vital untuk dilaksanakan, mengingat sebagian besar penggerak perekonomian suatu wiayah bersumber dari pedesaan; pertanian, perdagangan, kerjinan dst.

Oleh karenanya, diharapkan untuk anggaran maupun kuantitas (penambahan desa yang lain) dalam program/ kegiatan pembangunan infrastruktur pedesaan dapat ditingkatkan dan mendapat perioritas sesuai dengan Arah Kebijakan APBD (KUA) Kab. Dompu tahun 2013.

Soal UTS Kuliah Semester Pendek (KSP) :

  1. Apakah definisi manajemen menurut Mary Farker Follet dan Jame S. Stoner ?
  2. Sebutkan dan jelaskan fungsi – fungsi Manajemen?
  3. Sebutkan beberapa aliran dalam sejarah perkembangan manajemen ?
  4. Sebutkan Tingkatan – tingkatan yang ada dalam manjemen? Jelaskan masing- masing fungsi tingkatan tersebut serta ?
  5. Jelaskan Kerangka Tugas dan Tanggung Jawab Manajemen ?

Instruksional :

  1. Pilihlah 3 dari 5 pertanyaan di atas
  2. Tulis nama lengkap, NIM dan Jurusan masing – masing
  3. Jawaban di kirim ke alamat email yang telah di informasikan di kelas
  4. Ketik menggunakan huruf “Arial” fron 12 dan menggunakan 1,5 Spasi.
  5. Jawaban di kirim paling lambat hari senin, 13 Agustus 2012.

 

Identititas Mata Kuliah

Nama Mata Kuliah         :  Perilaku Organisasi

Fakultas/ Jurusan            : Ekonomi/ Manajemen & Akuntansi

Pengampu                      : M. Mujahid Dakwah. SE. MM

Tujuan

Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mengetahui dan memahami perilaku manusia dalam organisasi, perilaku struktur dan proses organisasi, serta pengembangan dan perubahan organisasi.

Deskripsi Isi

Mata kuliah ini membahas perilaku manusia dalam organisasi. Mata kuliah ini menggunakan pendekatan multi disiplin, artinya perilaku akan dipahami dari pendekatan dan teori yang sudah establish, misalnya antropologi kultural, psikologi, sosiologi dan manajemen. Cakupan bahasan mata kuliah ini adalah perilaku sturuktur dan proses organisasi. Level analisisnya mencakup level individual, kelompok dan organisasional. Topik perilaku dibedakan menjadi perilaku individu, serta perilaku kelompok dan pengaruh interpersonal. Perilaku individu dibagi dalam dua bagian: perilaku individu dan perbedaannya, serta motivasi. Perilaku kelompok dan pengaruh interpersonal dibagi menjadi empat topik bagian utama berupa perilaku kelompok, perilaku antar kelompok, kekuasaan dan politik, serta kepemimpinan. Topik struktur organisasi pada intinya membicarakan struktur organisasi, serta desain pekerjaan dan organisasi. Topik proses mencakup dua hal: proses komunikasi dan proses pengambilan keputusan. Pokok bahasan proses ini akan dilengkapi dengan kultur organisasi. Pada bagian akhir, mata kuliah ini akan membahas mengenai pengembangan dan perubahan  organisasi

Pendekatan Umum Pembelajaran

Ekspositori dan Inkuiri

  • Metode      :  Ceramah, Diskusi, Tanya jawab, Penugasan, Simulasi
  • Tugas         :  makalah, penyajian dan diskusi
  • Media        :  Whiteboard, OHP, LCD, Home Page di Internet, dan Case Studi

 Evaluasi

 Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan dalam :

  • Partisipasi kegiatan kelas
  • Pembuatan tugas
  • Kuis, UTS dan UAS

Rincian Materi Perkuliahan

Pertemuan 1    : Filsafat Perilaku Organisasi

Pertemuan 2    : Dasar-Dasar Perilaku Individual, Pembagian Kelompok dan Tugas

Pertemuan 3    :  Nilai, Sikap dan Kepuasan Kerja

Pertemuan 4    :  Kepribadian dan Emosi

Pertemuan 5    :  Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individual

Pertemuan 6    :  Konsep Motivasi Dasar, Motivasi Ke Penerapan

Pertemuan 7    :  Ujian Tengah Semester

Pertemuan 8    :  Dasar-Dasar Perilaku Kelompok dan Memahami Kelompok/Tim Kerja

Pertemuan 9    :  Komunikasi

Pertemuan 10  :  Kepemimpinan

Pertemuan 11  :  Kekuasaan dan Politik

Pertemuan 12  :  Konflik dan Perundingan

Pertemuan 13  :  Dasar-Dasar Struktur Organisasi, Rancangan Kerja dan  Teknologi

Pertemuan 14  :  Perubahan dan Perkembangan Organisasi, Stres dan Hubungannya Dengan Pekerjaan

Pertemuan 15  :  Budaya Organisasi

Pertemuan 16  :  Ujian Akhir Semester

Daftar Buku

Robbins, Stephen. 2001. Prinsip Perilaku Organisasi Edisi 9. PT. Erlangga.

Robbins, Stephen. 2001. Perilaku Organisasi Edisi 9. Prentice-Hall.

George and Jones. 2001. Organizational Behavior. Prentice-Hall.

 

Identititas Mata Kuliah

Nama Mata Kuliah         :  Perilaku Organisasi

Fakultas/ Jurusan            : Ekonomi/ Manajemen & Akuntansi

Pengampu                      : M. Mujahid Dakwah. SE. MM

Tujuan

Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mengetahui dan memahami perilaku manusia dalam organisasi, perilaku struktur dan proses organisasi, serta pengembangan dan perubahan organisasi.

Deskripsi Isi

Mata kuliah ini membahas perilaku manusia dalam organisasi. Mata kuliah ini menggunakan pendekatan multi disiplin, artinya perilaku akan dipahami dari pendekatan dan teori yang sudah establish, misalnya antropologi kultural, psikologi, sosiologi dan manajemen. Cakupan bahasan mata kuliah ini adalah perilaku sturuktur dan proses organisasi. Level analisisnya mencakup level individual, kelompok dan organisasional. Topik perilaku dibedakan menjadi perilaku individu, serta perilaku kelompok dan pengaruh interpersonal. Perilaku individu dibagi dalam dua bagian: perilaku individu dan perbedaannya, serta motivasi. Perilaku kelompok dan pengaruh interpersonal dibagi menjadi empat topik bagian utama berupa perilaku kelompok, perilaku antar kelompok, kekuasaan dan politik, serta kepemimpinan. Topik struktur organisasi pada intinya membicarakan struktur organisasi, serta desain pekerjaan dan organisasi. Topik proses mencakup dua hal: proses komunikasi dan proses pengambilan keputusan. Pokok bahasan proses ini akan dilengkapi dengan kultur organisasi. Pada bagian akhir, mata kuliah ini akan membahas mengenai pengembangan dan perubahan  organisasi

Pendekatan Umum Pembelajaran

Ekspositori dan Inkuiri

  • Metode      :  Ceramah, Diskusi, Tanya jawab, Penugasan, Simulasi
  • Tugas         :  makalah, penyajian dan diskusi
  • Media        :  Whiteboard, OHP, LCD, Home Page di Internet, dan Case Studi

 Evaluasi

 Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan dalam :

  • Partisipasi kegiatan kelas
  • Pembuatan tugas
  • Kuis, UTS dan UAS

Rincian Materi Perkuliahan

Pertemuan 1    : Filsafat Perilaku Organisasi

Pertemuan 2    : Dasar-Dasar Perilaku Individual, Pembagian Kelompok dan Tugas

Pertemuan 3    :  Nilai, Sikap dan Kepuasan Kerja

Pertemuan 4    :  Kepribadian dan Emosi

Pertemuan 5    :  Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individual

Pertemuan 6    :  Konsep Motivasi Dasar, Motivasi Ke Penerapan

Pertemuan 7    :  Ujian Tengah Semester

Pertemuan 8    :  Dasar-Dasar Perilaku Kelompok dan Memahami Kelompok/Tim Kerja

Pertemuan 9    :  Komunikasi

Pertemuan 10  :  Kepemimpinan

Pertemuan 11  :  Kekuasaan dan Politik

Pertemuan 12  :  Konflik dan Perundingan

Pertemuan 13  :  Dasar-Dasar Struktur Organisasi, Rancangan Kerja dan  Teknologi

Pertemuan 14  :  Perubahan dan Perkembangan Organisasi, Stres dan Hubungannya Dengan Pekerjaan

Pertemuan 15  :  Budaya Organisasi

Pertemuan 16  :  Ujian Akhir Semester

Daftar Buku

Robbins, Stephen. 2001. Prinsip Perilaku Organisasi Edisi 9. PT. Erlangga.

Robbins, Stephen. 2001. Perilaku Organisasi Edisi 9. Prentice-Hall.

George and Jones. 2001. Organizational Behavior. Prentice-Hall.

 

Memahami Fiqih Shalat Dhuha
Pentingnya shalat Dhuha bagi umat Islam bukanlah hal yang masih diragukan dan dipertanyakan lagi. Sedemikian pentingnya sampai-sampai Allah telah bersumpah dalam beberapa ayat Al-Quran dengan waktu dhuha, seperti dalam surat Asy-Syam. Bahkan, di dalam Al-Quran juga terdapat sebuah surat yang bernama Adh-Dhuha. Yang perlu kita pahami adalah bahwa setiap kali Allah bersumpah atas nama sesuatu, maka pada sesuatu tersebut tentunya terdapat rahasia agung yang memiliki manfaat besar. Demikian pula ketika Allah bersumpah dengan atas nama dhuha.

Dalam sebuah doanya, Rasulullah Saw. senantiasa memohon kepada Allah, “Allahumma baarik ummatii fii bukuuriha” yang artinya adalah “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi.”
Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif pada waktu pagi (Shubuh dan Dhuha) untuk berjuang mencari rezeki yang halal akan memperoleh limpahan barakah dari Allah Swt. Bagi orang-orang yang terlena dengan tidurnya hingga lupa melaksanakan shalat Shubuh dan yang bermalas-malasan melakukan shalat Dhuha, maka mereka tidak akan mendapatkan berkah pagi dari Allah Swt. Sementara itu, bagi orang-orang yang aktif dan bangun di waktu pagi (waktu Subuh dan Dhuha) untuk beribadah kepada Allah dan mencari nafkah yang halal, mereka akan mendapatkan berkah.

Untuk mendapatkan keberkahan tersebut, diperlukan pengetahuan yang baik berkaitan dengan ilmu dan tata cara pelaksanaan ibadah pagi sehingga membuat diri lebih termotivasi. Berikut beberapa fiqih shalat Dhuha yang perlu Anda ketahui.

Waktu Shalat Dhuha
Dalam bahasa Arab, kata dhuha diartikan forenoon, pagi hari sebelum tengah hari. Maksudnya, ketika matahari mulai tampak terlihat jelas sebelum tengah hari. Para penerjemah Al-Quran sepakat bahwa dhuha diartikan waktu “matahari sepenggalahan naik” atau pagi hari yang panas. Mengenai kata dhuha diartikan sebagai “matahari sepenggalahan naik” terdapat dalam Q.S. Adh-Dhuha [93 ]: 1 dan Al-Araf [ 7]: 98.

Waktu sepengggalahan itu kira-kira 18 derajat ketinggian waktu di ufuk timur karena waktu tersebut bersamaan hilangnya waktu karahah (makruh mengerjakan shalat). Waktu karahah yang dimaksud di sini adalah rentang waktu yang memisahkan antara selesai shalat Shubuh dengan terbitnya matahari karena haram hukumnya melakukan shalat pada saat tepat matahari terbit. Sementara itu, waktu yang paling utama untuk menunaikan shalat Dhuha adalah ketika terik matahari makin menyengat. Agar lebih aman, shalat Dhuha sebaiknya dilaksanakan mulai dari seperempat jam setelah terbitnya matahari sampai kurang seperempat sebelum waktu Dhuhur tiba (08.00-11.00 WIB). Waktu disesuaikan dengan perbedaan arah matahari di masing-masing wilayah.

Rakaat Shalat Dhuha
Tidak ada batasan pasti mengenai jumlah rakaat shalat Dhuha. Namun demikian, shalat Dhuha sekurang-kurangnya dilakukan dalam dua rakaat. Rasulullah biasa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua, empat, delapan, bahkan dua belas rakaat. Setiap dua rakaat ditutup dengan salam, sebagai mana disebutkan oleh hadits berikut. “Dari Ummu Hani binti Abu Thalib, bahwasanya Rasululah pada yaumul fathi (penaklukan kota Mekkah) shalat sunat Dhuha delapan rakaat dan mengucapkan salam pada setiap rakaat.” (H.R. Abu Daud). Begitu juga dengan hadits dari Aisyah r.a, “Rasulullah Saw. shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan menambah menurut kehendak Allah (menurut kehendaknya).” (H.R. Muslim dan Ahmad). Dari jawaban Aisyah tersebut, diketahui bahwa Rasulullah suka menambah rakaat shalat Dhuha, namun biasanya empat rakaat. Penambahan rakaat shalat Dhuha ini tidak dijelaskan sampai berapa rakaat. Ini mengindikasikan bahwa tidak ada ketentuan maksimal dalam pelaksanaan shalat Dhuha.

Lakukan dengan Niat yang Ikhlas
Niat artinya sengaja, yaitu sengaja mengerjakan suatu ibadah karena Allah. Hakikat niat ada di dalam hati yang merupakan dorongan atau keinginan kuat untuk mengerjakan sesuatu. Niat tergambar dari rangkaian perbuatan yang dilakukan seseorang.
Suatu ibadah akan diterima oleh Allah bila dilandasi oleh niat ikhlas karena Allah, bukan karena terpaksa atau motivasi lainnya. Firman Allah Swt. menyebutkan, “Padahal mereka hanya diperintahkan Allah dengan ikhlas menaati-Nya dalam (menjalankan) agama…” (Q.S. Al-Bayyinah [98 ]: 5)

Seseorang yang beribadah karena motivasi atau niat selain Allah, ibadahnya tidak akan berarti apa-apa. Ia hanya akan memperoleh yang diniatkannya itu. Rasulullah Saw. bersabda, “Sungguh segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan sungguh bagi setiap orang apa yang diniatkannya.” (H.R. Jama’ah dari Umar bin Khatab)

Bacaan Surat dan Doa dalam Shalat Dhuha
Mengenai bacaan, tidak ada keterangan dari Rasulullah mengenai surat tertentu yang harus dibaca ketika shalat Dhuha. Kita dipersilahkan membaca surat apa pun sesuai dengan kemampuan dan keinginan kita. Kita diperkenankan untuk membaca surat Asy-Syams, Adh-Dhuha, atau surat-surat lain yang menjadi favorit atau pilihan. Allah berfirman, “…Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Quran…” (Q.S. Al-Muzzammil [73]: (20). Tidak ditentukan bacaan doa yang harus dibaca setelah shalat Dhuha. Semua diserahkan kepada masing-masing pribadi untuk berdoa sesuai dengan keinginannya masing-masing.

Copas dari http://www.sholat-dhuha.info

Silabus Mata Kuliah MSDM
DOSEN : M. Mujahid Dakwah, SE, MM
HP : 081 8052 93311
Jurusan Manajemen – Reguler Sore, Semester III – Tahun 2011/ 2012

Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah MSDM berlandaskan pada asumsi bahwa sumber daya manusia merupakan investasi dan aset strategis organisasi. Pengakuan akan pentingnya kontribusi SDM terhadap produktivitas organisasi melebihi kontribusi sumber daya lainnya. Kajian terhadap faktor external seperti struktur demografi, pemasok tenaga kerja, kecenderungan pasar dan kompetisi ketenagakerjaan, dan kajian internal seperti disain organisasi, struktur pekerjaan dan analisis pekerjaan (yang berisi deskripsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan dan tuntutan spesifikasi pegawai) merupakan parsyarat untuk mengembangkan perencanaan strategis SDM. Kajian terhadap fungsi-fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia di fokuskan pada rekruitmen, seleksi, orientasi, penempatan dan penugasan, kompensasi, penilaian kinerja, mutu kehidupan kerja, pengembangan kinerja, dan riset ketenagakerjaan.

Tujuan Pembelajaran (learning objectives)
Setelah mengikuti mata kuliah MSDM, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan untuk :
1. Menjelaskan pentingnya SDM dalam organisasi/lembaga sebagai aset dalam mewujudkan produktivitas.
2. Menjelaskan fungsi-fungsi MSDM.
3. Mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan implementasi fungsi-fungsi MSDM dalam organisasi.
4. Merumuskan gagasan ke arah peningkatan efisiensi dan efektivitas MSDM dalam Organisasi.
5. Melakukan penelitian dalam bidang kajian MSDM.

Metode Penyampain
Metode pembelajaran mata kuliah ini adalah kuliah (tatap muka), tanya jawab, diskusi dan presentasi. Topik-topik perkuliahan akan dibahas oleh pengajar, sementara mahasiswa diharapkan pula terlibat aktif dalam proses pembelajaran, terutama pada saat diskusi kelompok maupun presentasi artikel. Bahan diskusi berupa analisis kasus MSDM, sedangkan presentasi artikel akan diambil dari artikel penting dari berbagai jurnal sesuai/terkait dengan topik-topik bahasan perkuliahan. Presentasi kelompok akan dilakukan setiap pertemuan sekitar 30 menit pertama. Setelah itu dilanjutkan pembahasan topik kuliah berikutnya.

Kerangka Perkuliahan
Pertemuan Pokok Bahasan Tugas Mahasiswa
1 Pendahuluan, konsep dasar , tujuan, dan milestone perkembangan Manajemen Sumber Daya Manusia
2 Rencana Strategis Sumber Daya Manusia
• Perencanaan Sumber Daya Manusia
• Strategi organisasi dan Sumber Daya Manusia
• Persfektif SDM
• Analisis Lingk. Ekternal
• Penilaian Internal Terhadap Ketenagakerjaan Organisasi
3 Analisis dan desain pekerjaan (Job Analysis and Design)
• Sifat analisis pekerjaan
• Analisis pekerjaan dan perubahan sifat dari pekerjaan
• Komponen organisasi dan Analisis Pekerjaan
• Analisis pekerjaan dan aktivitas sumber daya manusia
4 Perekrutan (Recruitment)
• Perencanaan dan keputusan – keputusan strategis tentang perekrutan
• Keputusan pada sumber dan metode recruitment
• Recruitmen Internal dan Ekternal
5 Selection dan Penempatan SDM
• Sifat dari selection
• Pengelolaan proses seleksi
• Penerimaan dan seleksi awal
• Tes seleksi
• Wawancara seleksi
6 Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development)
• Pengertian dan fungsi pelatihan dan pengembangan
• Manfaat pelatihan dan pengembangan
• Langkah – langkah pelatihan dan pengebangan
• Analisa kebutuhan pelatihan dan pengebangan
• Penentuan tujuan pelatihan dan pengebangan
• Pemilihan metode pelatihan dan pengebangan
• Evaluasi pelatihan dan pengebangan
7 Perencanaan dan Pengembangan karir (Career planning and development)
• Pengertian dan fungsi
• Faktor yang mempengaruhi perencanaan karir
• Peranan organissasi dalam perencanaan karir
• Peran Karyawan, Manajer dlm perencanaan karir
• Evaluasi
8 Penilaian Kinerja (Performance Appraissal)
• Pentingnya penilaian kinerja
• Elemen dan proses penilaian kinerja
• Hambatan penilaian kinerja
• Metode Penilaian kinerja
• Evaluasi Penilaian
9 UTS
10 Kompensasi dan Balas Jasa
• Pengertian/ Definisi kompensasi
• Jenis/ macam – macam kompensasi
• Tujuan kompensasi
• Asas Kompensasi
• Metode Kompensasi
• Sistem – Sistem kompensasi
• Faktor – Faktor yang mempengaruhi Kompensasi
11 Review Materi

Buku Teks
1) Dessler Gary, Manajemen Sumber Daya Manusia, jilid 2, Penerbit Prenhalindo, Jakarta, 1997.
2) Mathis. L Robert & John H. Jackson, Manajemen sumber Daya Manusia, Buku 1, Penerbit Salemba Empat, Jakarta, 2001.
3) Buku relevan lainnya.
Persyaratan Kelas
1. Presensi. Mahasiswa diwajibkan untuk menghadiri kuliah secara teratur sesuai dengan ketentuan dalam Buku Pedoman Fakultas Ekonomi Universits Mataram.
2. Partisipasi. Mahasiswa diharapkan datang ke kelas selalu siap untuk berpartisipasi secara aktif dalam diskusi kelas. Meskipun dosen bertanggung jawab untuk menyajikan an overview of key points pada setiap topik, tanggung jawab terhadap terjadinya proses pembelajaran ada di tangan mahasiswa.
2. Ujian. Satu ujian sisipan (mid term) dan satu ujian final akan diberikan untuk menguji pengetahuan, pemahaman, penguasaan, dan kemampuan untuk mengaplikasikan berbagai konsep Pemasaran jasa.
3. Unsur yang dinilai dan bobotnya sbb :
a. Absensi/ partisipasi kelas/ kuis ……. 10 %
b. Makalah akhir (individual) …………. 10 %
c. Makalah dan presentasi kelompok …….. 10 %
d. Ujian Tengah Semester (UTS) ………… 35 %
e. Ujian Akhir Semester (UAS) …………. 35 %
T o t a l ………………………… 100 %

Silabus Mata Kuliah
PEMASARAN dan JASA
Jurusan Manajemen, Semester VII – Tahun 2011/ 2012

Deskripsi Mata Kuliah
Sektor jasa dewasa ini telah mengalami peningkatan yang dramatis dibanding dekade sebelumnya. Hal ini terlihat dari kontribusi sektor ini terhadap perekonomian dunia yang kini telah mendominasi sekitar dua pertiganya. Di Eropa sektor ini menyumbangkan 60% PDB, sementara di Indonesia baru mencapai 30%-nya. Kontribusi ini dapat dilihat dari segi pendapatan maupun kemampuannya menyerap sebagian besar penawaran tenaga kerja.
Dinamika sektor jasa terlihat dari perkembangan berbagai industri jasa seperti perbankan, asuransi, penerbangan, telekomunikasi, ritel, pariwisata, dan perusahaan- perusahaan jasa profesional seperti kantor akuntan, konsultan, dan pengacara. Selain itu terlihat juga dari maraknya organisasi nirlaba, seperti LSM, lembaga pemerintah, rumah sakit, universitas, dan lain-lain yang kini telah makin menyadari perlunya peningkatan orientasi kepada pelanggan/konsumen. Bahkan perusahaan-perusahaan manufaktur kini juga menyadari perlunya elemen jasa pada produknya sebagai upaya peningkatan keunggulan bersaing (competitive advantage) bisnisnya. Implikasi penting dari fenomena ini adalah makin tingginya tingkat persaingan, sehingga diperlukan manajemen pemasaran jasa yang unik/berbeda dibandingkan pemasaran tradisional (barang) yang telah dikenal selama ini.

Tujuan Pembelajaran (learning objectives)
Tujuan yang ingin dicapai dari mata kuliah ini adalah:
1) Meningkatan pemahaman mahasiswa bahwa aktivitas jasa memiliki karakteristik yang unik/berbeda dibanding aktivitas manufaktur, sehingga memberikan implikasi manajerial yang berbeda di antara keduanya.
2) Meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang aspek strategi pemasaran dan bauran pemasaran jasa.
3) Meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang pentingnya persoalan kualitas jasa, pengukuran dan keterkaitan dengan kepuasan konsumen dan profitabilitas perusahaan.

Metode Penyampain
Metode pembelajaran mata kuliah ini adalah kuliah (tatap muka), tanya jawab, diskusi dan presentasi. Topik-topik perkuliahan akan dibahas oleh pengajar, sementara mahasiswa diharapkan pula terlibat aktif dalam proses pembelajaran, terutama pada saat diskusi kelompok maupun presentasi artikel. Bahan diskusi berupa analisis kasus pemasaran jasa, sedangkan presentasi artikel akan diambil dari artikel penting dari berbagai jurnal sesuai/terkait dengan topik-topik bahasan perkuliahan. Presentasi kelompok akan dilakukan setiap pertemuan sekitar 30 menit pertama. Setelah itu dilanjutkan pembahasan topik kuliah berikutnya. Sedangkan studi kasus dilakukan pada sesi terakhir perkuliahan (pertemuan ke-14). Mahasiswa juga diminta membuat makalah singkat terkait dengan penerapan pemasaran jasa pada perusahaan/organisasi tertentu. Panjang tulisan antara 20-30 halaman A4 (tidak termasuk lampiran), spasi 1,5, font Times New Romans ukuran 12. Makalah ini dikumpulkan pada saat ujian akhir semester (UAS).

Kerangka Perkuliahan
Pertemuan Pokok Bahasan Tugas Mahasiswa
1). Dinamika Bisnis Jasa dan Pentingnya Pemasaran Jasa
– Definisi jasa
– Perkembangan Industri jasa
– Klasifikasi jasa dan implikasinya
– Faktor kunci sukses jasa
2). Pemasaran Jasa dan Relasionalnya
- Evolusi pemasaran jasa
- Pemasaran relasionalnya
3). Perumusan Misi Perusahaan Jasa
- Pentingnya perumusan misi perusahaan jasa
- Pengembangan misi perusahaan jasa
- Pelaksanaan misi
4). Segmentasi Pasar Jasa
- Proses segmentasi pasar
- Identifikasi alternative basis segmentasi
- Penilaian basis terbaik segmentasi
5). Penargetan Pasar Jasa
6). Positioning dan Difrensiasi Produk Jasa
- Pentingnya positioning dan diferensiasi jasa
- Proses positioning
- Tingkatan positioning
7). Bauran Pemasaran Bisnis Jasa
- Unsur bauran pemasaran jasa
- Bauran pemasaran dan strategi pemasaran jasa
8). Strategi Produk dan Distribusi Jasa
- Penciptaan produk jasa
- Distribusi jasa
9). Strategi Penentuan Harga Jasa
- Landasan strategi penentuan harga
- Sasaran strategi penentuan harga
- Sasaran strategi harga
- Metode/ teknik penentuan harga
10). Strategi Promosi dan Komunikasi Jasa
- Bauran promosi
- Langkah pengembangan promosi yang efektif
11). Sumber Daya Manusia dalam Pemasaran Jasa
- Pengelolaan SDM perusahaan jasa
- Membangun customer service
- Proses manajemen SDM dalam operasi jasa
12). Manajemen Kualitas Jasa

Buku Teks
1) Lupiyoadi, Rambat & A. Hamdani, Manajemen Pemasaran Jasa, edisi 2, Penerbit Salemba Empat, Jakarta, 2006 (RL).
2) Lovelock, Christopher H. (1991), Service Marketing: Text, Cases, and Readings, Prentice Hall, Englewood Cliffs, NJ (CHL).
3) Gronroos, Christian (1990), Service Management and Marketing: Managing the Moments of Truth in Service Competition, Maxwell Macmillan, Singapore (CG).
4) Payne, Adrian (1993), The Essence of Service Marketing, Prentice Hall, Englewood Cliffs, NJ (AP).

Persyaratan Kelas
1). Presensi. Mahasiswa diwajibkan untuk menghadiri kuliah secara teratur sesuai dengan ketentuan dalam
Buku Pedoman Fakultas Ekonomi Universits Mataram.
2). Partisipasi. Mahasiswa diharapkan datang ke kelas selalu siap untuk berpartisipasi secara aktif dalam
diskusi kelas. Meskipun dosen bertanggung jawab untuk menyajikan an overview of key points pada setiap
topik, tanggung jawab terhadap terjadinya proses pembelajaran ada di tangan mahasiswa.
3). Ujian. Satu ujian sisipan (mid term) dan satu ujian final akan diberikan untuk menguji pengetahuan,
pemahaman, penguasaan, dan kemampuan untuk mengaplikasikan berbagai konsep Pemasaran jasa.
4). Unsur yang dinilai dan bobotnya sbb :
a).Absensi/ partisipasi kelas/ kuis 10 %
b).Makalah akhir (individual) 10 %
c).Makalah dan presentasi kelompok 10 %
d).Ujian Tengah Semester (UTS) 35 %
e).Ujian Akhir Semester (UAS) 35 %
T o t a l 100 %

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.